Bingung Menentukan Jumlah Produksi Pertama? Kenali Dulu Konsep MOQ

Memulai brand skincare tidak hanya tentang memilih formula atau desain kemasan. Salah satu keputusan penting yang perlu dipertimbangkan sejak awal adalah menentukan jumlah produksi pertama. Dalam proses maklon, Anda akan sering mendengar istilah MOQ (Minimum Order Quantity).

Pabrik menetapkan MOQ (Minimum Order Quantity) untuk menentukan jumlah minimum produk yang perlu diproduksi dalam satu kali proses produksi. Dalam menentukan MOQ, pabrik mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari proses produksi, penggunaan bahan baku, pengemasan, hingga efisiensi operasional.

MOQ bukan sekadar aturan dari pabrik, tetapi merupakan batas minimum agar proses produksi dapat berjalan secara efisien tanpa mengorbankan kualitas produk.

Mengapa Pabrik Menetapkan MOQ?

Banyak calon owner bertanya mengapa tidak bisa memproduksi hanya 20 produk terlebih dahulu. Alasannya berkaitan dengan efisiensi produksi.

Dalam setiap proses produksi kosmetik, terdapat tahapan yang membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang relatif sama, baik untuk memproduksi 100 maupun 1.000 produk. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Persiapan dan penimbangan bahan baku.
  • Proses formulasi dan mixing.
  • Pengujian kualitas (quality control).
  • Pengisian produk ke dalam kemasan.
  • Pelabelan dan pengemasan akhir.

Karena proses tersebut memiliki biaya tetap, produksi dalam jumlah yang terlalu sedikit akan membuat biaya per produk menjadi jauh lebih tinggi.

Semakin Banyak Produksi Selalu Lebih Baik?

Memproduksi produk dalam jumlah besar dapat menurunkan biaya per unit. Namun, strategi ini juga membutuhkan modal yang lebih besar dan dapat meningkatkan risiko jika pasar belum mengenal produk tersebut.

Sebaliknya, produksi dalam jumlah yang terlalu sedikit dapat menyebabkan biaya produksi per unit menjadi lebih tinggi dan stok cepat habis ketika permintaan meningkat.

Oleh karena itu, menentukan jumlah produksi pertama perlu disesuaikan dengan kondisi bisnis dan strategi pemasaran.

Cara Menentukan Jumlah Produksi Pertama

Berikut beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan sebelum menentukan jumlah produksi.

1. Sesuaikan dengan Modal yang Dimiliki

Hitung seluruh kebutuhan biaya, bukan hanya biaya produksi.

Pastikan Anda juga menyiapkan anggaran untuk:

  • Desain kemasan.
  • Registrasi BPOM (jika diperlukan).
  • Promosi dan digital marketing.
  • Pengiriman produk.
  • Konten foto dan video.
  • Cadangan operasional.

Jangan sampai seluruh modal habis untuk stok produk sehingga tidak ada anggaran untuk pemasaran.

2. Perkirakan Target Penjualan

Buat estimasi penjualan yang realistis. Misalnya, jika Anda menargetkan menjual sekitar 100 produk per bulan, maka produksi awal sebanyak 300–500 produk dapat menjadi pertimbangan agar stok mencukupi selama beberapa bulan sekaligus memberi waktu untuk melakukan promosi. Hindari membuat target yang terlalu optimistis apabila brand masih baru.

3. Kenali Target Pasar

Jumlah produksi juga dipengaruhi oleh target konsumen.

Misalnya:

  • Brand yang dijual melalui marketplace mungkin membutuhkan strategi stok yang berbeda dibandingkan brand yang fokus pada klinik kecantikan.
  • Produk yang dipasarkan melalui reseller biasanya memerlukan stok lebih banyak dibandingkan penjualan langsung kepada konsumen.

Semakin jelas target pasar Anda, semakin mudah menentukan jumlah produksi yang sesuai.

4. Fokus pada Hero Product

Banyak brand baru ingin meluncurkan banyak produk sekaligus. Padahal, strategi yang lebih efektif adalah memulai dari satu atau dua hero product. Dengan cara ini, modal dapat difokuskan pada produk yang memiliki potensi penjualan paling tinggi sehingga proses pemasaran menjadi lebih efektif.

5. Diskusikan dengan Tim Maklon

Pabrik maklon umumnya memiliki pengalaman menangani berbagai brand dengan skala bisnis yang berbeda. Tim maklon dapat membantu memberikan rekomendasi mengenai:

  • MOQ yang sesuai.
  • Perkiraan kebutuhan stok.
  • Strategi produksi bertahap.
  • Efisiensi biaya produksi.

Berkonsultasi sejak awal dapat membantu Anda mengambil keputusan yang lebih tepat.

Jadi, Berapa Jumlah Produksi Pertama yang Ideal?

Tidak ada angka yang berlaku untuk semua brand. Jumlah produksi pertama sebaiknya disesuaikan dengan beberapa faktor, seperti modal, target pasar, strategi penjualan, dan kapasitas pemasaran.

Yang terpenting bukan memproduksi dalam jumlah sebanyak mungkin, tetapi memastikan produk memiliki peluang terjual dengan baik dan bisnis dapat terus berkembang secara berkelanjutan.

Menentukan MOQ merupakan salah satu langkah penting dalam proses membangun brand skincare. Dengan memahami konsep MOQ dan merencanakan jumlah produksi secara matang, Anda dapat mengelola modal dengan lebih efisien sekaligus meminimalkan risiko kelebihan stok.

Jika Anda masih bingung menentukan jumlah produksi yang sesuai, berkonsultasi dengan tim Soojin dapat menjadi langkah awal untuk menyusun strategi produksi yang lebih efektif sesuai dengan kebutuhan brand Anda. Segera wujudkan produk impian Anda bersama Soojin.