Dari Ide Jadi Produk: Langkah-Langkah Membuat Skincare Sendiri

Punya keinginan untuk memiliki brand skincare sendiri, tetapim Anda masih bingung harus mulai dari mana?

Anda tidak perlu memiliki pabrik atau laboratorium sendiri untuk mulai membuat produk skincare. Saat ini, calon brand owner dapat bekerja sama dengan perusahaan maklon skincare untuk membantu proses pengembangan hingga produksi.

Namun, sebelum memulai produksi, Anda perlu mempersiapkan beberapa langkah penting. Mulai dari menentukan ide produk, mengenali target konsumen, memilih konsep formula, hingga menyiapkan packaging dan legalitas. Berikut proses dari sekadar ide hingga menjadi produk skincare yang siap di pasarkan:

1. Tentukan Ide dan Konsep Produk

Langkah pertama tentukan produk seperti apa yang ingin Anda buat. Jangan langsung fokus pada nama ingredients atau packaging. Mulailah dengan menjawab beberapa pertanyaan sederhana:

  • Produk apa yang ingin dibuat?
  • Siapa target konsumennya?
  • Masalah kulit apa yang ingin menjadi fokus?
  • Apa keunggulan yang ingin ditawarkan?
  • Produk yang telah siap, kapan akan digunakan?

Misalnya, Anda ingin membuat serum untuk konsumen yang memiliki concern kulit kusam. Anda dapat mengembangkan ide tersebut menjadi konsep brightening serum yang berfokus pada tampilan kulit lebih cerah dan merata. Semakin jelas konsep awal yang Anda susun, semakin mudah Anda mengembangkan produknya.

2. Kenali Target Market

Produk skincare yang baik bukan hanya tentang formula yang menarik, tetapi juga harus relevan dengan kebutuhan target konsumennya. Coba tentukan siapa calon pengguna produk Anda berdasarkan beberapa aspek, seperti:

  • Usia
  • Jenis kulit
  • Skin concern
  • Kebiasaan menggunakan skincare
  • Gaya hidup
  • Preferensi tekstur dan packaging
  • Kisaran harga yang sesuai dengan target pasar

Sebagai contoh, produk untuk mahasiswa tentu dapat memiliki konsep, ukuran, packaging, dan price positioning yang berbeda dengan produk anti-aging untuk konsumen usia 30 tahun ke atas. Memahami target market sejak awal akan membantu menentukan arah produk dan positioning brand.

3. Tentukan Jenis Produk

Anda bisa memilih berbagai kategori skincare. Untuk brand baru, tidak selalu harus langsung membuat banyak produk. Memulai dengan satu atau beberapa produk yang memiliki konsep kuat dapat menjadi langkah yang lebih terarah. Anda dapat mengembangkan produk tersebut menjadi hero product yang menjadi identitas awal brand.

4. Susun Product Brief

Product brief adalah gambaran mengenai produk yang ingin dikembangkan. Di tahap ini, Anda dapat menyampaikan informasi seperti:

Nama atau konsep produk:
Brightening Serum

Target pengguna:
Pria dan wanita dengan concern kulit kusam

Fokus produk:
Membantu merawat tampilan kulit agar terlihat lebih cerah dan merata

Tentukan tekstur yang Anda inginkan:
Pilih tekstur yang ringan dan nyaman

Konsep ingredients:
Brightening dan skin barrier care

Product brief tidak harus langsung sempurna. Tim R&D dari perusahaan maklon dapat membantu mengembangkan konsep tersebut menjadi brief yang lebih teknis.

5. Kembangkan Formula Bersama Tim R&D

Setelah Anda menentukan konsep produk, tim R&D akan mengembangkan formulanya dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari ingredients, konsentrasi, tekstur, stabilitas, hingga karakteristik produk yang ingin Anda capai.

Misalnya, Anda ingin membuat serum dengan konsep brightening tetapi tetap terasa nyaman untuk penggunaan sehari-hari. Tim formulasi dapat membantu menentukan kombinasi bahan yang sesuai dengan konsep tersebut dan melakukan penyesuaian berdasarkan hasil pengembangan.

Inilah salah satu alasan mengapa memilih partner maklon dengan kemampuan R&D menjadi penting, terutama bagi brand owner yang belum memiliki pengalaman formulasi.

6. Lakukan Sampling dan Evaluasi

Sebelum masuk ke produksi dalam jumlah besar, formula biasanya perlu melalui tahap sample atau trial. Pada tahap ini, brand owner dapat mengevaluasi berbagai aspek produk, seperti:

  • Tekstur
  • Warna
  • Aroma
  • Sensasi saat digunakan
  • Kemudahan aplikasi
  • Kesesuaian dengan konsep brand

Jika masih ada bagian yang belum sesuai, tim R&D dapat menyesuaikan kembali formulanya. Proses evaluasi ini penting karena produk yang terlihat menarik di atas konsep belum tentu memberikan pengalaman penggunaan yang sesuai dengan ekspektasi konsumen.

7. Tentukan Packaging dan Identitas Produk

Setelah formula semakin matang, saatnya memikirkan tampilan produk. Packaging bukan hanya berfungsi sebagai wadah, tetapi juga menjadi bagian dari identitas brand. Hal-hal yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  • Jenis kemasan
  • Material
  • Ukuran
  • Warna
  • Bentuk
  • Label
  • Desain
  • Cantumkan informasi pada kemasan


Sesuaikan packaging dengan positioning produk. Brand dengan konsep minimalis dan premium tentu dapat menggunakan pendekatan visual yang berbeda dengan brand skincare yang menyasar konsumen remaja.

8. Persiapkan Legalitas Produk

Sebelum memasarkan produk, Anda perlu memastikan seluruh aspek legalitasnya terpenuhi. Produk kosmetik yang akan Anda edarkan di Indonesia harus memenuhi ketentuan dan persyaratan yang berlaku, termasuk mengurus notifikasi kosmetik melalui BPOM.

Selain itu, brand owner juga perlu memperhatikan aspek seperti dokumen produk, informasi label, serta persyaratan lain yang relevan. Bekerja sama dengan perusahaan maklon yang memahami proses regulasi dapat membantu brand owner mendapatkan pendampingan yang lebih terarah dalam proses tersebut.

9. Masuk ke Tahap Produksi

Setelah formula, packaging, dan berbagai persiapan lainnya selesai, produk dapat masuk ke tahap produksi. Tim produksi membuat produk berdasarkan formula dan spesifikasi yang telah disepakati.

Pada tahap ini, tim produksi melakukan pengendalian kualitas untuk memastikan produk memenuhi standar dan spesifikasi yang telah ditentukan. Karena itu, saat memilih perusahaan maklon, calon brand owner perlu mempertimbangkan pengalaman, fasilitas produksi, sistem quality control, serta dukungan yang perusahaan berikan selama proses pengembangan hingga produksi, bukan hanya harga produksinya.

10. Produk Siap Diluncurkan

Setelah proses pengembangan dan produksi selesai, produk akhirnya siap menjadi bagian dari brand Anda. Namun, perjalanan belum berhenti di sini. Sebelum launching, brand owner juga perlu menyiapkan strategi pemasaran, seperti:

  • Konsep komunikasi produk
  • Foto dan video produk
  • Social media content
  • Marketplace
  • Website
  • Influencer atau KOL
  • Campaign launching

Dengan demikian, Anda tidak hanya menghasilkan produk yang siap diproduksi, tetapi juga menyiapkannya untuk diperkenalkan kepada target konsumen.

Ubah Ide Sederhana Menjadi Produk yang Siap Dipasarkan

Membuat skincare sendiri memang membutuhkan beberapa tahapan. Namun, Anda tidak harus mengerjakan semuanya seorang diri.

Kalau Anda ingin mewujudkan ide menjadi brand skincare sendiri, Soojin Nareswari Kosmetika siap menjadi partner dalam proses pengembangannya. Soojin Nareswari Kosmetika membantu Anda mulai dari konsultasi konsep, pengembangan formula bersama tim R&D, pemilihan bahan dan packaging, proses produksi, hingga pendampingan legalitas sesuai layanan yang tersedia. Tim kami menyesuaikan setiap tahap dengan kebutuhan brand Anda dan membantu mengembangkan ide skincare menjadi produk yang siap hadir di pasaran.