From Trending to Timeless: Merancang Produk yang Punya Alasan

Di industri skincare, tren bisa berubah dengan cepat. Hari ini konsumen sedang membicarakan peptide. Besok bisa bergeser ke skin barrier, brightening, sunscreen, atau format produk tertentu yang tiba-tiba ramai di media sosial.

Bagi pemilik atau calon pemilik brand skincare, tren tentu menarik untuk diperhatikan. Produk yang viral bisa menjadi sinyal bahwa ada kebutuhan atau ketertarikan tertentu dari pasar. Ada hal- hal yang perlu dipahami:

Produk skincare yang viral belum tentu otomatis cocok untuk brand kamu.

Sebab, membangun produk bukan hanya tentang mengikuti apa yang sedang ramai. Produk juga perlu memiliki alasan yang jelas dari sisi konsumen, formula, positioning, hingga strategi bisnis.

Produk Viral Tidak Selalu Berarti Cocok untuk Semua Brand

Ketika sebuah produk skincare berhasil viral, ada banyak faktor yang mungkin berkontribusi terhadap keberhasilannya.Bukan hanya formula.

Brand dapat memengaruhi penerimaan pasar melalui packaging, harga, target konsumen, positioning, komunikasi, influencer, campaign, hingga momentum peluncuran produk. Misalnya, sebuah serum dengan ingredient tertentu sedang populer dan mendapatkan banyak perhatian. Bukan berarti membuat produk dengan ingredient yang sama akan otomatis memberikan hasil yang sama bagi brand lain.

Karena setiap brand memiliki:

  • target konsumen yang berbeda,
  • positioning yang berbeda,
  • price point yang berbeda,
  • kebutuhan produk yang berbeda,
  • serta strategi pemasaran yang berbeda.

Viral adalah sebuah fenomena pasar. Brand tidak bisa langsung menyalin strategi tersebut sebagai formula bisnis.

Mengikuti Tren Skincare Boleh, Tapi Jangan Berhenti di Tren

Brand tetap perlu mengikuti perkembangan tren skincare untuk memahami perubahan minat dan kebutuhan konsumen. Justru, memahami tren dapat membantu brand membaca perubahan kebutuhan dan preferensi konsumen. Yang membedakan adalah cara brand menggunakan informasi tersebut. Dari sinilah tren dapat berubah menjadi insight untuk product development.

Dari Tren Menjadi Konsep Produk

Tren sebaiknya menjadi titik awal untuk melakukan eksplorasi, bukan menjadi titik akhir. Misalnya, tren menunjukkan bahwa konsumen semakin tertarik pada perawatan skin barrier. Brand kemudian dapat menggali lebih dalam.

Siapa Target Konsumennya?

Siapa yang akan menggunakan produk tersebut? Apakah remaja yang baru membangun basic skincare routine atau konsumen dewasa yang mencari produk dengan sensasi pemakaian yang nyaman? Penentuan target konsumen akan membantu brand mengarahkan proses pengembangan produk.

Apa Concern Utamanya?

Brand dapat mengembangkan konsep skin barrier untuk berbagai kebutuhan, seperti hidrasi, menjaga kenyamanan kulit, daily moisturizing, atau kebutuhan lain sesuai positioning yang ingin dibangun.

Produk Apa yang Paling Relevan?

rand dapat menerjemahkan tren yang sama ke dalam berbagai bentuk produk sesuai kebutuhan target konsumennya. Mulai dari facial wash, toner, serum, moisturizer, hingga produk lain dalam sebuah skincare series.

Di tahap ini, peran formulasi skincare menjadi penting untuk menerjemahkan konsep menjadi produk yang sesuai.

Formula Bagus Belum Tentu Formula yang Tepat

Dalam pengembangan produk skincare, “formula bagus” dan “formula yang tepat” bukan selalu hal yang sama. Formula perlu dilihat berdasarkan tujuan produk secara keseluruhan.

Tim product development perlu mengintegrasikan pemilihan ingredient, kombinasi bahan, tekstur, sensorial, target harga, jenis produk, dan positioning dalam proses pengembangan formula.

Produk Skincare Juga Harus Punya Alasan Bisnis

Sebuah produk mungkin memiliki formula yang menarik. Namun, brand tetap perlu menilai kelayakan produk dari sisi bisnis. Beberapa aspek yang perlu brand pertimbangkan antara lain:

Target Market

Brand ingin menjangkau konsumen seperti apa? Semakin spesifik target market, semakin mudah menentukan arah pengembangan produk.

Positioning

Brand perlu menentukan aspek utama yang ingin ditonjolkan melalui produk. Apakah fokus pada targeted skincare, daily care, premium skincare, affordable skincare, atau positioning tertentu?

Price Point

Target harga konsumen perlu dipertimbangkan sejak tahap pengembangan. Hal ini dapat membantu menentukan arah formula, packaging, ukuran produk, dan struktur biaya.

Product Format

Ingredient atau konsep yang sama dapat diterjemahkan ke dalam berbagai format. Serum, moisturizer, cleanser, sunscreen, body lotion, dan produk lainnya memiliki kebutuhan formulasi yang berbeda.

Potensi Pengembangan Series

Brand dapat mengembangkan hero product menjadi rangkaian produk yang saling melengkapi sejak tahap awal perencanaan. Dengan begitu, pengembangan produk dapat menjadi bagian dari strategi pertumbuhan brand.

Jangan Sekadar Membuat “Versi Lain” dari Produk Viral

Salah satu tantangan dalam industri skincare adalah ketika banyak brand melihat tren yang sama. Ingredient yang sama digunakan, format produk yang sama muncul, bahkan komunikasi produknya bisa terlihat serupa.

Padahal, brand memiliki kesempatan untuk mengambil insight dari tren, kemudian membangun pendekatan yang lebih spesifik.

Dengan pendekatan ini, brand tidak sekadar membuat “produk yang sedang viral”. Brand sedang membangun produk yang memiliki alasan untuk hadir di pasar.

Apa Peran Partner Maklon dalam Proses Ini?

Bagi brand yang belum memiliki fasilitas R&D dan produksi sendiri, bekerja sama dengan jasa maklon dapat menjadi salah satu opsi untuk mengembangkan produk. Namun, memilih partner maklon sebaiknya tidak hanya berdasarkan kemampuan memproduksi.

Proses pengembangan produk juga membutuhkan komunikasi antara brand dan tim yang memahami formulasi serta proses manufaktur.

Diskusi dapat mencakup:

  • konsep produk,
  • target konsumen,
  • ingredient atau active yang diinginkan,
  • bentuk dan tekstur produk,
  • positioning,
  • target harga,
  • packaging,
  • pengembangan sampel,
  • proses produksi,
  • hingga quality control.

Dengan proses yang terarah, ide yang awalnya masih berupa tren dapat dikembangkan menjadi konsep produk yang lebih matang.

Dari Viral Menjadi Valuable

Produk viral bisa mendapatkan perhatian dalam waktu singkat. Namun, membangun brand skincare membutuhkan perspektif yang lebih panjang. Daripada sekadar mengejar apa yang sedang ramai, brand dapat menggunakan tren sebagai titik awal untuk membangun produk yang lebih terarah.

Mulai dari memahami konsumen, menentukan positioning, merancang konsep, mengembangkan formula, hingga mempertimbangkan peluang pengembangan series.

Karena produk yang baik bukan hanya tentang apa yang sedang viral. Tetapi tentang mengapa produk tersebut dibuat, untuk siapa produk tersebut dibuat, dan bagaimana produk tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan sebuah brand.

Bangun Produk yang Punya Alasan

Bersama Soojin Nareswari Kosmetika, brand dapat mengembangkan ide menjadi produk melalui proses yang terarah, mulai dari pengembangan konsep dan formulasi hingga proses manufaktur. Bukan sekadar membuat produk yang sedang tren, tetapi membantu brand menemukan arah produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dan karakter brand.

Ingin mengembangkan ide produk skincare menjadi produk nyata?

Diskusikan konsepnya bersama tim Soojin Nareswari Kosmetika dan mulai langkah product development untuk brand Anda.

Let’s build a product with purpose.

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter