Banyak calon pemilik brand kecantikan mengurungkan niat untuk memulai bisnis kosmetik karena menganggap proses maklon membutuhkan waktu yang sangat lama. Banyak orang menganggap proses pengembangan formula, pemilihan kemasan, pengurusan legalitas, hingga produksi massal membutuhkan tahapan yang rumit dan waktu hingga berbulan-bulan.
Faktanya, durasi maklon bergantung pada beberapa faktor, seperti jenis produk, kesiapan konsep, pilihan formula, ketersediaan bahan baku, kemasan, serta proses pemenuhan persyaratan legalitas. Dengan perencanaan yang tepat dan dukungan mitra manufaktur yang berpengalaman, pelaku usaha dapat menjalankan setiap tahapan secara lebih terarah dan efisien.
1. Mitos: Semua Produk Harus Memulai Pengembangan Formula dari Nol
Salah satu anggapan yang membuat proses maklon terlihat lama adalah keyakinan bahwa setiap produk harus melalui riset dan pengembangan formula dari awal.
Padahal, pelaku usaha dapat memilih pendekatan pengembangan produk sesuai kebutuhan bisnisnya. Jika ingin memiliki karakteristik produk yang lebih spesifik dan berbeda dari pasaran, pengembangan custom formula dapat menjadi pilihan. Namun, jika ingin mempersingkat tahap pengembangan, pelaku usaha juga dapat mempertimbangkan ready formula yang sudah tersedia.
Ready formula memungkinkan brand memilih formulasi yang telah dikembangkan sebelumnya, kemudian mendiskusikan penyesuaian yang memungkinkan sesuai kebutuhan produk. Meskipun demikian, setiap produk tetap perlu memenuhi evaluasi dan persyaratan mutu yang berlaku.
2. Pemilihan Konsep dan Kemasan yang Tepat Membantu Memperlancar Proses
Proses maklon tidak hanya berkaitan dengan pembuatan formula. Pelaku usaha juga harus menentukan konsep produk, mengenali target konsumen, menetapkan manfaat yang ingin ditawarkan, serta memilih jenis kemasan yang sesuai.
Ketika semua keputusan tersebut belum matang, proses pengembangan dapat mengalami penundaan karena tim harus melakukan penyesuaian berulang kali.
Untuk menghindarinya, pelaku usaha sebaiknya mempersiapkan beberapa hal sejak awal, seperti:
- Menentukan kategori produk, misalnya skincare, bodycare, haircare, atau makeup.
- Mengenali target konsumen dan kebutuhan pasar.
- Menentukan konsep serta karakteristik produk.
- Memilih jenis kemasan sesuai formula dan positioning brand.
- Menyiapkan identitas brand dan kebutuhan administrasi.
Persiapan yang matang membantu tim manufaktur memahami kebutuhan klien sehingga proses pengembangan dapat berjalan lebih terstruktur.
3. Legalitas BPOM dan Halal Perlu Masuk dalam Perencanaan Waktu
Pengurusan legalitas juga menjadi salah satu tahapan yang perlu diperhitungkan dalam proses maklon kosmetik.
Produk kosmetik yang akan diedarkan di Indonesia harus memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk memperoleh notifikasi BPOM sebelum dipasarkan. Selain itu, pelaku usaha juga perlu memperhatikan ketentuan sertifikasi halal sesuai regulasi yang berlaku.
Proses legalitas membutuhkan persiapan dokumen, pemenuhan persyaratan produk, serta evaluasi sesuai ketentuan masing-masing lembaga. Karena itu, pelaku usaha perlu memasukkan tahapan ini ke dalam perencanaan sejak awal.
Mitra maklon mendampingi pelaku usaha dalam memahami kebutuhan administrasi dan memenuhi persyaratan yang berlaku agar mereka dapat menjalankan proses legalitas dengan lebih terarah.
4. Produksi Massal Lebih Terencana dengan Persiapan yang Matang
Setelah formula memenuhi evaluasi, spesifikasi produk disepakati, serta persyaratan yang diperlukan terpenuhi, proses dapat berlanjut ke tahap produksi massal.
Pada tahap ini, pabrik perlu memastikan ketersediaan bahan baku, kesiapan fasilitas, kemasan, kapasitas produksi, dan jadwal pengerjaan.
Pabrik maklon yang menerapkan standar Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) juga perlu menjaga konsistensi proses produksi dan melakukan pengawasan mutu pada setiap tahapan.
Oleh karena itu, kecepatan produksi bukan hanya tentang menyelesaikan produk secepat mungkin, tetapi juga memastikan produk memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.
5. Memilih Partner Maklon yang Tepat Membantu Mengoptimalkan Waktu
Selain kesiapan dari pihak brand, pemilihan partner manufaktur turut memengaruhi kelancaran proses maklon. Partner yang menyediakan layanan terintegrasi dapat membantu pelaku usaha mengoordinasikan berbagai kebutuhan pengembangan produk dalam satu alur kerja. Mulai dari konsultasi konsep, pengembangan formula, pemilihan kemasan, pendampingan legalitas, hingga produksi massal.
Dengan koordinasi yang baik, pelaku usaha tidak perlu mengatur setiap kebutuhan secara terpisah kepada banyak pihak.
Program Launching 3 Bulan: Solusi Memulai Brand Tanpa Proses R&D yang Panjang
Durasi proses maklon bergantung pada kompleksitas produk, kesiapan konsep, jenis formula, ketersediaan bahan dan kemasan, serta pemenuhan persyaratan legalitas. Beberapa tahapan dapat berjalan lebih efisien melalui perencanaan yang matang dan koordinasi yang tepat.
Soojin Nareswari Kosmetika hadir sebagai partner manufaktur dengan layanan One Stop Beauty Manufacturing Solutions. Kami membantu pelaku usaha mengembangkan berbagai kategori produk kecantikan, mulai dari skincare, bodycare, haircare, makeup, hingga produk spa dan treatment.
Bagi pelaku usaha yang ingin segera menghadirkan produk kecantikan ke pasar, Soojin Nareswari Kosmetika menghadirkan Program Launching 3 Bulan sebagai solusi pengembangan produk yang lebih efisien.
Melalui koleksi ready formulation dari Soojin, Anda tidak perlu memulai pengembangan formula dari nol. Pilihan formulasi yang telah melalui proses pengembangan dan evaluasi ini membantu mempersingkat tahapan awal dibandingkan pengembangan custom formula yang membutuhkan proses R&D tersendiri.
Program ini dirancang untuk membantu pelaku usaha mempersiapkan produk dalam waktu 3 bulan melalui alur kerja yang terencana. Mulai dari pemilihan ready formula, penentuan kemasan, persiapan kebutuhan produk, hingga tahapan produksi dan pemenuhan persyaratan legalitas.
Dengan dukungan tim Soojin, Anda dapat lebih fokus mempersiapkan strategi pemasaran dan membangun identitas brand, sementara kebutuhan manufaktur mendapatkan pendampingan secara terintegrasi.

