Legalitas skincare salah satu dari bagian produk skincare yang tidak boleh diabaikan. Dalam suatu produk harus memiliki legalitas seperti BPOM, Halal dan beberapa sertifikasi lainnya. Brand menunjukkan tanggung jawab kepada konsumen melalui legalitas dengan memastikan produk yang dipasarkan aman, berkualitas, dan sesuai aturan, bukan sekadar memenuhi formalitas administratif.
Legalitas Skincare
1. BPOM: Standar Keamanan Produk Skincare
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mewajibkan setiap produk skincare di Indonesia memiliki izin edar sebagai salah satu sertifikasi utama. Produk yang telah terdaftar di BPOM tandanya produk tersebut telah bebas dari bahan berbahaya seperti merkuri, hidroquinon berlebih atau steroid.
Dari sisi konsumen, menggunakan produk yang telah terdaftar di BPOM akan memberikan rasa aman saat menggunakan produk tersebut. Sedangkan dari sisi brand, produk yang telah tersertifiasi BPOM dapat meningkatkan kredibilatas, kepercayaan konsumen dan mengurangi risiko hukum. Kehadiran BPOM sangatlah penting karena produk tanpa BPOM sangat berisiko, baik bagi kesehatan kulit maupun reputasi brand.
2. Sertifikasi Halal: Kebutuhan Pasar yang Semakin Besar
Indonesia memiliki mayoritas konsumen muslim, sehingga sertifikasi halal dari MUI atau BPJPH menjadi sangat penting.Halal tidak hanya tentang kandungan tapi juga proses produksi, penyimpanan, hingga distribusi. Produk yang telah bersertifikasi halal dapat menambah daya tarik produk di pasar domestik dan internasional, terutama di negara-negara muslim. Konsumen menganggap brand peduli pada kebutuhan mereka dan transparan soal bahan baku.
3. Sertifikasi Tambahan Lainnya
Selain BPOM dan halal, ada beberapa sertifikasi lain yang bisa meningkatkan nilai dan kepercayaan terhadap brand skincare:
- Dermatologically Tested: para ahli dermatologi telah menguji produk pada kulit manusia dan menyatakan aman digunakan.
- ISO (International Organization for Standardization): terkait standar manajemen mutu dan keamanan produksi.
- Cruelty-Free & Vegan Certification: penting bagi segmen konsumen yang peduli lingkungan dan etika.
- Eco-Cert atau Organic Certification: relevan untuk brand yang mengusung natural/organic skincare.
Dampak Legalitas terhadap Kepercayaan Konsumen
Legalitas berhubungan langsung dengan brand trust. Konsumen yang sadar akan keamanan produk lebih memilih skincare dengan izin resmi dan sertifikasi jelas. Bahkan, legalitas bisa menjadi salah satu faktor utama yang membedakan brand profesional dengan produk abal-abal. Jika brand ingin tumbuh berkelanjutan dan dipercaya, maka kepatuhan pada regulasi dan sertifikasi adalah investasi jangka panjang yang wajib dilakukan sejak awal.
Legalitas skincare bukan lagi menjadi hal yang sulit untuk diwujudkan jika Anda bekerjasama dengan Soojin. Kami dapat memberikan pendampingan dalam pengurusan legalitas skincare Anda. Notifikasi BPOM bisa kami berikan secara gratis untuk Anda. Kami sebagai maklon skincare juga telah memiliki sertifikasi halal, CKPB dan BPOM. Legalitas bukan lagi hanya formalitas tapi bentuk tanggungjawab kami memberikan yang terbaik untuk Anda.

