Memiliki ide untuk membuat brand skincare sendiri adalah langkah awal yang menarik. Namun, sebelum mengubah ide menjadi produk yang siap dipasarkan, calon brand owner perlu mempersiapkan berbagai hal terlebih dahulu. Salah satu tahap penting yang sering menjadi awal perjalanan calon brand owner adalah konsultasi dengan pabrik maklon skincare.
Konsultasi bukan hanya kesempatan untuk menanyakan harga atau minimum order. Di tahap ini, calon brand owner dapat mendiskusikan konsep produk, target konsumen, formula, kemasan, hingga proses produksi bersama tim yang memiliki pengalaman dalam pengembangan kosmetik. Karena itu, semakin jelas kamu menyampaikan gambaran brand saat konsultasi, semakin mudah tim maklon memahami kebutuhan dan memberikan arahan yang sesuai.
Mulai dari Ide dan Konsep Produk
Tidak semua calon brand owner datang dengan konsep produk yang sudah matang. Ada yang sudah memiliki formula sendiri, ada yang baru menentukan jenis produknya, bahkan ada juga yang baru memiliki ide mengenai target konsumennya.
Sebenarnya, tidak masalah jika konsep tersebut belum sempurna. Namun, sebaiknya kamu sudah memiliki gambaran dasar mengenai produk yang ingin dibuat. Misalnya, apakah ingin membuat serum brightening, moisturizer untuk kulit sensitif, sunscreen untuk aktivitas sehari-hari, atau rangkaian skincare untuk acne-prone skin. Gambaran tersebut dapat menjadi titik awal bagi tim maklon untuk memahami kebutuhan produk.
Konsep juga sebaiknya tidak berhenti pada jenis produk. Tentukan manfaat yang ingin kamu tawarkan kepada konsumen dan alasan produk tersebut perlu hadir di pasaran. Dengan begitu, pengembangan produk tidak hanya mengikuti tren ingredients, tetapi memiliki tujuan yang lebih jelas.
Kenali Siapa Target Konsumen Brand
Salah satu hal yang penting dalam pengembangan skincare adalah mengetahui siapa yang akan menggunakan produk tersebut.
Produk yang ditujukan untuk remaja tentu dapat memiliki pendekatan yang berbeda dengan produk untuk konsumen usia 30-an. Begitu juga dengan skincare untuk konsumen yang menginginkan produk affordable dibandingkan produk yang menyasar segmen premium.
Sebelum konsultasi, coba bayangkan calon konsumen secara lebih spesifik. Berapa kisaran usianya? Apa kebutuhan kulit yang paling mereka perhatikan? Bagaimana kebiasaan skincare mereka? Berapa kisaran harga yang masih masuk akal bagi mereka?
Informasi seperti ini akan membantu mengarahkan pembahasan mengenai formula, tekstur, packaging, hingga positioning produk. Menentukan target pasar sejak awal juga dapat membantu brand menghindari produk yang terlalu umum dan sulit memiliki pembeda.
Tentukan Concern
Setelah mengetahui target konsumen, tentukan concern utama yang ingin kamu angkat melalui produk. Misalnya, brand ingin fokus pada brightening, hidrasi, skin barrier, acne care, atau anti-aging. Tidak perlu langsung menentukan seluruh ingredients secara detail. Yang lebih penting adalah memahami tujuan utama produk.
Jika ingin membuat serum untuk kulit kusam, misalnya, sampaikan bahwa produk tersebut bertujuan membantu mencerahkan kulit dan meratakan warna kulit. Dari brief tersebut, tim R&D dapat membantu mendiskusikan pendekatan formulasi yang sesuai.
Inilah salah satu alasan mengapa konsultasi dengan pabrik maklon penting. Calon brand owner tidak harus memahami seluruh aspek formulasi sendiri karena pengembangan produk dapat didiskusikan bersama tim R&D.
Referensi Produk
Pernah menemukan produk skincare yang teksturnya sangat sesuai dengan keinginanmu? Atau mungkin ada packaging tertentu yang menurutmu menarik?
Bawa referensi tersebut saat konsultasi. Referensi tidak berarti kamu harus membuat produk yang sama persis, tetapi gunakan sebagai gambaran karakter produk yang kamu inginkan. Misalnya, kamu menyukai serum dengan tekstur ringan, moisturizer yang tidak terasa lengket, atau packaging airless yang terlihat minimalis.
Foto produk, nama produk, contoh packaging, maupun produk fisik dapat membantu memperjelas brief. Anda juga bisa membawa referensi produk kompetitor untuk menentukan positioning yang berbeda pada produk yang akan dikembangkan.
Pertimbangkan Ingredients
Calon brand owner yang sudah melakukan riset biasanya telah menentukan beberapa ingredients yang ingin digunakan. Niacinamide, Ceramide, Tranexamic Acid, Peptide, Hyaluronic Acid, Salicylic Acid, hingga berbagai botanical extract adalah contoh ingredients yang mungkin menjadi bagian dari konsep produk.
Ingredients dapat disampaikan saat konsultasi. Namun, tidak perlu memaksakan formula hanya karena sebuah bahan sedang populer.
Pemilihan ingredients sebaiknya kembali pada tujuan produk, karakter formula, target konsumen, serta aspek keamanan dan regulasi. Tim R&D dapat mengevaluasi kesesuaian ingredients dengan konsep produk dan mengembangkan formula yang lebih optimal.
Dengan begitu, kamu tidak hanya menentukan bahan yang ingin digunakan, tetapi juga menjelaskan alasan pemilihannya dan menentukan pengalaman yang ingin diberikan produk kepada konsumen.
Tentukan Kisaran Budget dan Target Harga
Bahas budget sejak awal. Sebagai calon brand owner, tentukan dana yang bisa kamu alokasikan untuk pengembangan produk dan produksi awal. Budget tidak hanya berkaitan dengan jumlah produk, tetapi dapat berhubungan dengan formula, packaging, desain, legalitas, hingga kebutuhan lain dalam proses pengembangan.
Selain budget produksi, penting juga untuk memikirkan target harga jual. Misalnya, jika kamu ingin memasarkan produk sebagai skincare affordable, pilih formula dan packaging yang dapat menjaga harga jual tetap sesuai dengan target pasar. Sebaliknya, jika kamu ingin membangun positioning premium, rancang pengalaman penggunaan dan kemasan dengan pendekatan yang lebih eksklusif.
Dengan membicarakan kisaran budget dan target harga sejak awal, proses konsultasi dapat menjadi lebih realistis dan terarah.
Punya Gambaran Mengenai Jumlah Produksi
Pertanyaan mengenai MOQ atau minimum order juga hampir selalu muncul ketika membahas maklon skincare. Namun, sebelum hanya berfokus pada angka MOQ, calon brand owner sebaiknya terlebih dahulu memahami kebutuhan produksinya sendiri.
Apakah produk akan digunakan untuk menguji pasar? Sudah memiliki komunitas atau calon konsumen? Apakah produk akan diluncurkan melalui marketplace, toko offline, atau melalui jaringan distributor? Jawaban dari pertanyaan tersebut dapat membantu menentukan perkiraan jumlah produksi yang lebih masuk akal.
Sesuaikan jumlah produksi dengan budget dan kemampuan brand dalam menjual produk. Produksi terlalu sedikit mungkin kurang efisien, sedangkan produksi terlalu banyak tanpa strategi penjualan yang jelas dapat membuat stok menumpuk.
Karena itu, diskusikan MOQ dengan pabrik berdasarkan jenis produk dan kebutuhan brand, bukan sekadar mencari angka paling kecil.
Jangan Lupa Menyiapkan Pertanyaan
Konsultasi sebaiknya menjadi percakapan dua arah. Jangan ragu untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami.
Calon brand owner dapat menanyakan bagaimana proses pengembangan formula, pembuatan sample, revisi, pilihan packaging, minimum order, estimasi produksi, hingga dukungan terkait legalitas produk.
Hal lain yang juga penting adalah memahami bagaimana pabrik mendampingi brand selama proses pengembangan. Setiap pabrik maklon dapat memiliki sistem, kapasitas, layanan, dan alur kerja yang berbeda. Karena itu, penting untuk mengetahui sejak awal layanan apa saja yang tersedia dan bagaimana komunikasi akan dilakukan selama proses berlangsung.
Bagaimana dengan Legalitas dan Dokumen?
Saat membangun brand kosmetik, kamu perlu memperhatikan dokumen dan legalitas. Persyaratan administrasi dapat berbeda sesuai dengan bentuk usaha dan sistem kerja sama yang kamu pilih.
Tanyakan sejak awal dokumen yang perlu kamu siapkan dan bagaimana pabrik maklon menangani proses legalitas produk.
Hal ini termasuk pembahasan mengenai notifikasi BPOM, informasi pada kemasan, serta sertifikasi lain yang relevan dengan kebutuhan produk. Pabrik maklon yang memiliki layanan pendampingan legalitas dapat membantu calon brand memahami proses tersebut dengan lebih terarah.
Konsultasi Adalah Langkah Awal untuk Mengubah Ide Menjadi Produk
Membangun brand skincare bukan sekadar memilih ingredients kemudian memproduksinya dalam jumlah banyak. Anda perlu melewati beberapa tahapan untuk memastikan produk memiliki tujuan, target pasar, dan positioning yang jelas.
Karena itu, sebelum berkonsultasi dengan pabrik maklon skincare, kenali terlebih dahulu brand yang ingin kamu bangun. Pahami target konsumen, tentukan concern produk, siapkan referensi, pikirkan kisaran budget dan harga jual, lalu susun pertanyaan yang ingin didiskusikan.
Tidak perlu menunggu semuanya sempurna. Justru, konsultasikan ide tersebut dengan tim maklon dan R&D untuk mengembangkannya menjadi produk yang lebih matang dan siap diproduksi.
Sudah punya ide skincare dan ingin mengembangkannya menjadi brand sendiri?
Mulai dari konsultasi dan diskusikan konsep produkmu bersama tim Soojin Nareswari Kosmetika. Anda dapat mempersiapkan setiap tahap, mulai dari ide, pengembangan formula, hingga proses produksi, bersama tim maklon agar produk sesuai dengan visi brand.

